Ensiklopedia Konektor: Panduan Presisi Memilih Soket & Terminal untuk PCB
Jembatan Elektronika: Menghubungkan Inovasi dengan Dunia Nyata
COMPONENT ID: APR-CONN-2026 | MECHANICAL FITMENT GUIDE
Pernahkah Bos mengalami momen menyebalkan saat PCB hasil cetakan APRINTPCB sudah tiba, namun terminal blok yang Bos beli tidak bisa masuk ke lubang karena jarak kakinya terlalu lebar? Masalah ini bukan karena kesalahan cetak, melainkan ketidaksesuaian antara Pitch komponen fisik dengan desain di software (seperti Eagle atau KiCad). Mengenal jenis soket dan konektor bukan hanya soal fungsi, tapi soal presisi mekanis.
1. Apa Itu Pitch? Kunci Utama Kesesuaian PCB
Dalam dunia konektor, Pitch adalah jarak pusat antara satu pin ke pin berikutnya. Ini adalah angka paling keramat dalam desain PCB.
- 2.54 mm (0.1 inch): Standar emas. Digunakan pada header pin, breadboard, dan sebagian besar IC DIP.
- 2.0 mm: Sering digunakan pada modul kompak seperti XBee atau konektor baterai kecil.
- 1.27 mm: Sangat rapat, biasanya untuk konektor kabel pita (Flat Ribbon Cable) mikro.
- 3.5 mm / 5.0 mm / 5.08 mm: Standar untuk Terminal Block daya.
2. Pin Header: Sang Konektor Sejuta Umat
Pin header adalah tulang punggung sistem modular. Tersedia dalam varian Straight (tegak) dan Right Angle (siku).
Tips Pro: Saat mendesain di APRINTPCB, pastikan diameter lubang (Drill Size) untuk header pin minimal 1.0 mm agar proses penyolderan mudah dan timah bisa mengalir ke kedua sisi PCB (Plated Through Hole). Jika Bos menggunakan header Female, pastikan ada ruang vertikal yang cukup di dalam casing nantinya.
3. Terminal Block: Kekuatan untuk Arus Tinggi
Jika proyek Bos melibatkan motor DC, adaptor daya, atau input AC, Terminal Block adalah pilihan wajib. Keunggulannya adalah kemampuan menahan getaran dan arus besar.
Hati-hati! Banyak desainer pemula menganggap keduanya sama. Meski selisihnya hanya 0.08mm per pin, pada konektor 10 pin, total selisihnya menjadi 0.8mm—cukup untuk membuat kaki terakhir tidak bisa masuk lubang. Selalu cek datasheet komponen fisik sebelum memesan PCB di APRINTPCB.
4. JST Connectors: Rapi dan Anti-Terbalik
Konektor JST sangat populer karena fitur Keyed atau Polarized—artinya, konektor ini tidak mungkin dimasukkan terbalik. Ini sangat krusial untuk koneksi baterai.
- JST-XH (2.50 mm): Standar untuk kabel balance baterai LiPo.
- JST-PH (2.0 mm): Standar untuk baterai Li-Ion satu sel (seperti pada modul ESP32).
- JST-SM: Biasanya digunakan pada kabel strip LED.
5. Socket IC: Asuransi untuk Komponen Mahal
Menyolder Mikrokontroler (seperti ATMega328) langsung ke PCB adalah risiko besar bagi pemula. Panas berlebih bisa merusak chip, atau jika chip rusak di kemudian hari, Bos harus melakukan desoldering yang berisiko merusak jalur PCB.
Rekomendasi APRINTPCB: Gunakan Turned Pin Socket (Round Hole). Meskipun sedikit lebih mahal dari soket standar, ia memiliki daya jepit yang lebih kuat dan tidak mudah kendor akibat getaran.
6. Strategi Desain Konektor di APRINTPCB
Agar hasil rakitan Bos terlihat profesional dan berfungsi tanpa kendala, terapkan tips berikut:
- Pengecekan Pad-to-Hole: Jika kaki konektor tebal (seperti terminal block besar), naikkan ukuran lubang bor di Eagle menjadi 1.2 mm atau 1.5 mm. Jangan biarkan terlalu presisi karena toleransi produksi bisa membuat lubang terasa sempit.
- Silkscreen Polarity: Selalu beri tanda kotak untuk Pin 1 atau label (+) dan (-) yang jelas pada lapisan Top Silk. Ini standar wajib di APRINTPCB untuk mencegah kesalahan fatal saat perakitan.
- Kelonggaran Mekanis (Clearence): Beri jarak minimal 1-2 mm antar konektor besar agar jari Bos bisa masuk saat ingin memasang atau melepas kabel nantinya.
DESAIN SUDAH SIAP DENGAN KONEKTOR YANG TEPAT?
Wujudkan desain presisi Bos sekarang juga. Di APRINTPCB, kami menjamin akurasi lubang bor hingga mikron agar semua konektor Bos duduk dengan sempurna.
© 2026 APRINTPCB Manufacturing. Memastikan Setiap Pin Terhubung dengan Sempurna.
