REVOLUSI PENGOLAHAN SAMPAH: SISTEM PEMILAH OTOMATIS BERBASIS ARDUINO
Masalah pemilahan sampah seringkali menjadi kendala utama dalam rantai daur ulang di Indonesia. Kurangnya kesadaran untuk memisahkan sampah Organik dan Anorganik membuat proses pengolahan limbah menjadi lambat. Namun, dengan kemajuan teknologi mikrokontroler, kita bisa menciptakan solusi cerdas langsung dari workshop kita sendiri.
[ DEMO UNIT: SMART TRASH BIN PROTOTYPE ]
Apa itu Smart Trash Bin?
Smart Trash Bin ini adalah proyek berbasis Arduino yang dirancang khusus untuk mendeteksi dan memilah tiga kategori sampah secara presisi:
- Besi (Logam): Sampah berbahan metal yang dapat didaur ulang.
- Basah: Sampah organik dengan kadar air tinggi (sisa makanan, dll).
- Kering: Sampah anorganik seperti kertas, kardus, atau plastik kering.
Prinsip Kerja & Komponen
Sistem ini mengintegrasikan beberapa sensor yang diproses secara real-time:
- Sensor Proximity Induktif: Pendeteksi material logam. Jika benda bersifat konduktif, sistem akan membacanya sebagai "BESI".
- Sensor Kelembapan/Inframerah: Identifikasi kategori basah atau kering melalui densitas dan kadar air.
- Motor Servo: Sebagai otot mekanis yang menggerakkan piringan pemilah ke arah wadah yang sesuai.
- OLED Display: Antarmuka visual untuk memantau status sistem dan jumlah sampah yang terdata.
- Arduino (Uno/Mega)
- Sensor Proximity Induktif (LJ12A3-4-Z/BX)
- Layar OLED 0.96 inch (I2C)
- Motor Servo (TowerPro MG995)
- Struktur Pipa PVC & Wadah Custom
"Teknologi bukan hanya tentang kecanggihan, tapi tentang bagaimana ia memberikan dampak positif bagi lingkungan."
Kesimpulan
Inovasi Smart City bisa dimulai dari meja kerja kita. Dengan pengembangan lebih lanjut, alat ini dapat diintegrasikan dengan modul ESP8266/ESP32 agar status kapasitas sampah bisa dipantau melalui smartphone (IoT).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar